Bandung: Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Alifian
Mallarengeng menantang mahasiswa ITB untuk ikut dalam program Sarjana
Penggerak Pedesaan. Dia menantang semua mahasiswa untuk bekerja selama 2
tahun di desa tertinggal.Tantangan ini ditujukan pada sarjana ITB yang
mau mengabdi pada masyarakat.
“Jika ada mahasiswa ITB yang berminat menjadi Sarjana Penggerak
Pedesaan, datang pada saya (daftar,red),” ujar Andi. Soal anggarannya,
Andi mengatakan Kementrian Pemuda dan Olah Raga menyiapkan anggaran
untuk program bagi Sarjana Penggerak Pedesaan ini. Hal ini
disampaikannya saat menutup ITB Fair 2010 di Kampus ITB Bandung Minggu
(7/2) malam.
Semetara itu, saat mendampingi Menpora di atas panggung utama
kegiatan ITB Fair, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengatakan bahwa
salah satu motor pembangkit negeri adalah kaum pelajar dan mahasiswa.
Oleh karena itu mahasiswa harus mau bekerja sama dengan masyarakat
membangun desa-desa tertinggal.
“Pada saat ini masih banyak desa yang tertinggal. Saatnya mengabdi di
desa-desa Jawa Barat,” ujar Ahmad. Apalagi dengan rektor yang baru,
Ahmaloka, kuliah kerja nyata (KKN) tematik digelar tahun 2010. Untuk
pelaksanaan kuliah kerja nyata tematik ini, nantinya pemerintah Jawa
Barat akan bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk ditempatkan di
desa-desa tertinggal.
“Kita akan bantu sebaik-baiknya supaya maju ke depan. Tolong siapkan
praktek mereka, sehingga ada artefak sehingga ada peninggalan ITB,”
beber Ahmad.
Dia mencontohkan kawasan sepanjang 423 km jalan dari Padalarang ke
Pelabuhan Ratu. Di lokasi itu ada kesenjangan pembangunan.
Rektor ITB Ahmaloka mendukung sepenuhnya kegiatan untuk memajukan
masyarakat dan mahasiswa. Menurutnya, semua kegiatan untuk menghasilkan
karya besar memang harus dimulai sejak dini. Sejak usia sekitar 20
tahun. “Karya besar itu ada pada adik-adik kami, bukan pada kami yang
50-an. Jangan lewatkan umur 20-an”, ujarnya. (rma)
0 komentar:
Posting Komentar