Selasa, 23 April 2019

Calon Sarjana Ditantang Jadi Penggerak Pembangunan Desa

Bandung: Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Alifian Mallarengeng menantang mahasiswa ITB untuk ikut dalam program Sarjana Penggerak Pedesaan. Dia menantang semua mahasiswa untuk bekerja selama 2 tahun di desa tertinggal.Tantangan ini ditujukan pada sarjana ITB yang mau mengabdi pada masyarakat.
“Jika ada mahasiswa ITB yang berminat menjadi Sarjana Penggerak Pedesaan, datang pada saya (daftar,red),” ujar Andi. Soal anggarannya, Andi mengatakan Kementrian Pemuda dan Olah Raga menyiapkan anggaran untuk program bagi Sarjana Penggerak Pedesaan ini. Hal ini disampaikannya saat menutup ITB Fair 2010 di Kampus ITB Bandung Minggu (7/2) malam.
Semetara itu, saat mendampingi Menpora di atas panggung utama kegiatan ITB Fair, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengatakan bahwa salah satu motor pembangkit negeri adalah kaum pelajar dan mahasiswa. Oleh karena itu mahasiswa harus mau bekerja sama dengan masyarakat membangun desa-desa tertinggal.
“Pada saat ini masih banyak desa yang tertinggal. Saatnya mengabdi di desa-desa Jawa Barat,” ujar Ahmad. Apalagi dengan rektor yang baru, Ahmaloka, kuliah kerja nyata (KKN) tematik digelar tahun 2010. Untuk pelaksanaan kuliah kerja nyata tematik ini, nantinya  pemerintah Jawa Barat akan bekerja sama dengan  perguruan tinggi untuk ditempatkan di desa-desa tertinggal. “Kita akan bantu sebaik-baiknya supaya maju ke depan. Tolong siapkan praktek mereka, sehingga ada artefak sehingga ada peninggalan ITB,” beber Ahmad.
Dia mencontohkan kawasan sepanjang 423 km jalan dari Padalarang ke Pelabuhan Ratu. Di lokasi itu ada kesenjangan pembangunan. Rektor ITB Ahmaloka mendukung sepenuhnya kegiatan untuk memajukan masyarakat dan mahasiswa. Menurutnya, semua kegiatan untuk menghasilkan karya besar memang harus dimulai sejak dini. Sejak usia sekitar 20 tahun. “Karya besar itu ada pada adik-adik kami, bukan pada kami yang 50-an. Jangan lewatkan umur 20-an”, ujarnya. (rma)

0 komentar:

Posting Komentar